Komisi II DPRD Trenggalek Evaluasi Kinerja 25 OPD Penghasil PAD, Butuh Penyemangat | Indonesia TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Komisi II DPRD Trenggalek Evaluasi Kinerja 25 OPD Penghasil PAD, Butuh Penyemangat

Jan 13, 2022 21:53
Situasi rapat kerja Komisi II DPRD Trenggalek bersama OPD mitra
Situasi rapat kerja Komisi II DPRD Trenggalek bersama OPD mitra

JATIMTIMES - Awali debutnya menjadi Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Mugianto undang 25 OPD mitra penghasilan PAD di Kabupaten Trenggalek. Agenda itu salah satunya untuk membahas Pendapatan Asli Daerah Trenggalek yang dinilai belum begitu menjanjikan. 

"Kami melihat dari beberapa tahun terakhir PAD kita itu belum begitu menjanjikan. Dari APBD kita yang kurang lebih ada di angka Rp 2 Triliun lebih, PAD kita hanya di angka Rp 300 Miliar," tutur Mugianto usai pimpin rapat kerja, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga : Eka Sama Adi, Putra Daerah Kediri yang Berpeluang Gantikan Dionatan Machado di Laga Besok

Menurut Mugianto, OPD penghasil Pendapat Asli Daerah inu harus diberi semangat dan motivasi agar bisa meningkatkan pendapatan. Pihaknya juga menuturkan bahwa ada banyak potensi yang bisa di garap. Seperti memaksimalkan retribusi wisata.

"Ada banyak sektor wisata yang belum ditarik retribusi, seperti pantai Cengkrong, dan Pantai Mutiara di Kecamatan Watulimo, dan pantai Konang di Kecamatan Panggul," contohnya.

Mugianto menilai PAD Trenggalek tidak bisa berkembang karena niat para OPD. Menurutnya niat dan semangat harus dipacu agar lebih semangat lagi. Mulai dari OPD, petugas retribusi, hingga SDM nya harus kita tingkatkan. 

"Kita akan pacu semangat beberapa OPD penghasil PAD di Trenggalek. Seperti Bina Marga, PKPLH, Dinas Pariwisata, dan Dinas PUPR. Contohnya saja seperti retribusi pengendalian menara. Kan ada banyak tower yang ada di Trenggalek, itu bisa dimanfaatkan," saran politisi partai Demokrat ini.

Baca Juga : BPJAMSOSTEK Gelar Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program bagi Pemerintah dan Lembaga Desa

Tidak hanya itu, seperti halnya perusahaan daerah layaknya PDAM. Menurut Mugianto perusahaan daerah harus bisa memberikan sumbangsih berupa Pendapatan Asli Daerah untuk Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Sudah selayaknya memikirkan profit di samping pelayanan pada masyarakat. 

"Contohnya saja kita kan bisa buat air kemasan sendiri. Modal dasarnya sudah ada. Mata airnya juga tidak usah cari lagi. Inovasi-inovasi seperti ini yang perlu di kembangkan untuk dongkrak PAD Trenggalek," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
PAD Trenggalek Kabupaten Trenggalek

Berita Lainnya