Rencana Penanaman Kabel Bawah Tanah di Kayutangan Heritage Terkendala Anggaran, Butuh Rp 10 Miliar Lebih | Indonesia TIMES

Rencana Penanaman Kabel Bawah Tanah di Kayutangan Heritage Terkendala Anggaran, Butuh Rp 10 Miliar Lebih

Jan 14, 2022 20:36
Tampak kabel-kabel yang semrawut di kawasan Kayutangan Heritage yang berada di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang, Jumat (14/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Tampak kabel-kabel yang semrawut di kawasan Kayutangan Heritage yang berada di Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang, Jumat (14/1/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah berencana merapikan kabel-kabel yang berada di kawasan Kayutangan Heritage, atau di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat dengan melakukan penanaman kabel bawah tanah. Langkah itu sebagai upaya mempercantik area yang jadi jujugan wisatawan tersebut.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, penanaman kabel bawah tanah tersebut memang sudah lama direncanakan. Terlebih kawasan tersebut digadang-gadang menjadi spot berswafoto wisatawan maupun masyarakat Kota Malang dengan konsep heritage. 

Baca Juga : BTT Kota Batu Naik Jadi Rp 15,1 Miliar, Berikut Rinciannya

Namun, realisasi terhadap rencana penanaman kabel bawah tanah tersebut, hingga saat ini nyatanya masih terkendala beberapa perkara. Utamanya terkait biaya penurunan kabel dan pemasangan kabel bawah tanah

"Biaya pembongkaran gardu-gardu listrik, ternyata itu biayanya tinggi," ungkap Sutiaji kepada JatimTIMES.com. 

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini mengatakan, memang jika mengacu pada perencanaan awal untuk kabel-kabel di kawasan Kayutangan Heritage harusnya dipasang ducting untuk penanaman kabel bawah tanah. 

"Jadi telkom sama listrik, atau kabel-kabel bukan telkom, kabel-kabel provider, harus masuk ke bawah biar pemandangannya bagus, termasuk jaringan listrik, jaringan listrik ada pembiayaan Rp 10 Miliar untuk nurunin saja" ujar Sutiaji.

Sementara itu, meskipun masih terkendala pada biaya yang tinggi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusuma Dewi mengatakan bahwa dalam perencanannya, penanaman kabel bawah tanah dilakukan setelah pelebaran zona tiga selesai.

"Dalam rencana saya baru akan kami mulai setelah zona 3 (tugu Chairil Anwar) rampung," kata Diah, Jumat (14/1/2022). 

Untuk di ketahui, bahwa kawasan Kayutangan Heritage memiliki panjang sekitar 200 meter di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat. Selain itu terbagi dalam tiga zona, yakni zona satu berlokasi di kawasan depan Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang; zona dua di perempatan Rajabally; dan zona tiga di kawasan Tugu Chairil Anwar. 

Baca Juga : Aset Pribadi Digugat Waris di Malang Berlanjut, Penggugat Akui Tak Kantongi Dokumen Kepemilikan

Terkait biaya Rp 10 Miliar tersebut, kata Diah angka tersebut merupakan kebutuhan dari pihak PLN UP3 Malang untuk melakukan penataan dan pemasangan kabel bawah tanah di sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rahmat tersebut. 

Untuk skema pemasangannya pun, rencananya nanti hanya tinggal menarik kabel-kabel yang berada di udara. Namun hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh petugas profesional. 

"Nantinya ya tinggal narik kabel udara itu diletakkan ke ducting yang sudah ada, panjangnya sepanjang dari jalur Kayutangan heritage," tandas Diah. 

Sementara itu, pada hari Rabu (12/1/2022) lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang juga telah menerjunkan sekitar 200 personel DLH Kota Malang untuk melakukan pembersihan dan perapian kabel serta optik yang semrawut di kawasan Kayutangan Heritage.

Topik
pemasangan kabel bawah tanah kabel bawah tanah Kayutangan Heritage Kota Malang Wali Kota Malang Sutiaji Berita Malang Berita Jatim.

Berita Lainnya