Indonesia – Setiap muslim tentunya menyambut bulan ramadhan dengan suka cita untuk menjalankan puasa termasuk ibu menyusui. Bahkan, ibu menyusui diberikan keringanan jika tidak mampu berpuasa dan diperbolehkan membatalkannya.

Ada rumor yang beredar bahwa puasa saat menyusui dapat memengaruhi produksi ASI dan pertumbuhan bayi Anda. Sayangnya, seperti yang dijelaskan dari laman Hello Healthy, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Produksi ASI saat ibu berpuasa tidak akan mempengaruhi jumlah ASI yang dihasilkan. Sehingga ibu tetap bisa menyusui si kecil sesuai kebutuhan.

Hanya saja, kualitas ASI akan sedikit berubah saat ibu berpuasa. Menurut penelitian, kadar magnesium, seng, dan kalium akan menurun saat ibu berpuasa.

Ilustrasi Ibu Menyusui (Pixabay.com)
Ilustrasi Ibu Menyusui (Pixabay.com)

Meski begitu, hal ini tidak akan berdampak besar pada si kecil. Ia masih dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kuncinya adalah memenuhi 5 hal berikut ini agar puasa tetap khusyuk dan menunaikan kewajiban sebagai ibu tetap terlaksana dengan baik, seperti dilansir dari laman Halo Sehat pada Jumat, (24/3/2023).

1. Jangan Melewatkan Sahur

Sahur sangat penting saat berpuasa, terutama bagi ibu menyusui. Selain membantu menjaga stamina saat berpuasa, makan sahur bisa membantu melancarkan produksi ASI. Meski asupan kalori berkurang saat berpuasa, tubuh ibu akan tetap memproduksi ASI.

2. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Tidak hanya membuat perut kenyang sehingga tubuh tidak lemas, ibu yang menyusui anaknya perlu lebih memperhatikan konsumsi makanan dengan gizi seimbang baik saat sahur maupun berbuka puasa.

Pastikan asupan makanan Anda setidaknya memenuhi nutrisi seperti protein, pati, serat tinggi, dan kalsium (susu). Jika Anda ingin menambahkan vitamin tambahan, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Ilustrasi ibu menyusui.  (Shutterstock)
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

3. Tingkatkan Asupan Cairan

Ibu menyusui disarankan untuk memperbanyak asupan cairan dua hari sebelum puasa agar tubuh tetap lembab dan tidak loyo. Ibu menyusui harus minum minimal 8 gelas sehari dan menghindari minuman berkafein seperti teh, kopi, dan minuman bersoda.

4. Batasi Aktivitas Fisik

Batasi aktivitas fisik saat berpuasa saat menyusui agar tidak mempengaruhi produksi ASI akibat dehidrasi. Karena aktivitas fisik dengan cuaca panas dapat memicu dehidrasi dan tubuh menjadi lemas.

Selama berpuasa, ibu menyusui disarankan untuk lebih banyak istirahat.

5. Mengetahui Kondisi Tubuh Ibu dan Bayi

Hal lain yang tidak kalah penting dalam kelanjutan puasa bagi ibu yang sedang menyusui adalah kenali dulu keadaan tubuh ibu dan bayi.

Bunda jangan memaksakan diri saat merasa tubuhnya tidak sehat dan melihat kondisi si Kecil yang mengalami dehidrasi akibat Bunda tidak memperhatikan kondisi tubuhnya sendiri.

Pasalnya, jika tubuh sedang tidak sehat, tentu akan mempengaruhi produksi ASI yang juga dapat mempengaruhi kondisi si Kecil. Jika ibu merasa tidak mampu, lebih baik berbuka puasa saja. (Shilvia Restu Dwicahyani)

You May Also Like

Terungkap Virgoun Mualaf Demi Menikah dengan Inara Rusli, Boleh Gak Sih Menurut Buya Yahya?

Indonesia – Kabar perselingkuhan Virgoun pun mengungkap hal lain tentang dirinya termasuk…

50 Nama Bayi Perempuan Berawalan Huruf A dari Bahasa Sansekerta, Bermakna Baik dan Estetik

Tak heran jika orang tua akan mengambil nama bayi dari berbagai bahasa…

Mengenal Bedda Lotong, Lulur Tradisonal Berwarna Hitam yang Terbuat dari Ketan, Apa Manfaatnya?

Indonesia – Indonesia mengenal berbagai bahan alami yang dipercaya memiliki khasiat obat…

Mengundurkan Diri sebagai Mentan, Siapa Pengganti Syahrul Yasin Limpo?

Indonesia – Syahrul Yasin Limpo alias SYL telah resmi mengajukan surat pengunduran…