INDONESIA – Salah satu pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Malang diancam dipecat karena terlibat Tragedi Kanjuruhan. Pejabat tersebut adalah Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Abdul Haris yang statusnya kini dibekukan.

Abdul Haris sendiri bertindak sebagai panitia penyelenggara (panpel) pertandingan Arema VS Persebaya pada 1 Oktober 2022. Yang kemudian berujung kerusuhan yang berujung dengan hilangnya 135 korban.

Dalam kasus ini, yang bersangkutan saat ini berstatus sebagai tersangka bersama 4 tersangka lainnya dan masih menjalani serangkaian proses persidangan.

Meski sudah berstatus tersangka dan sedang menjalani serangkaian persidangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih belum bisa mengambil langkah lain selain memberhentikan sementara. Karena masih harus menunggu keputusan hukum atau inrah.

“Pak Haris diskors sementara sampai ada keputusan,” kata Inspektur Kabupaten Malang Tridiyah Maestuti, Senin (6/2/2023).

Apalagi, menurut Tridiyah, keterlibatan Abdul Haris dalam Tragedi Kanjuruhan bukan sebagai ASN, melainkan sebagai panelis pertandingan Arema FC VS Persebaya. Hingga keputusan tindak lanjut statusnya sebagai ASN Pemkab Malang tinggal menunggu penandatanganan.

Namun, meskipun telah ada penetapan hukum, belum tentu yang bersangkutan akan diberhentikan dengan tidak hormat sebagai ASN. Sebab, pasal-pasal yang didakwakan kepadanya tidak mengarah pada tindak pidana korupsi (tipikor) atau kejahatan terorganisir.

“Kalau melihat kejadiannya, karena tidak mengarah pada korupsi sebagai anggota panitia, maka ancaman pasal tersebut tidak mengarah pada delik pembunuhan berencana, sehingga tidak bisa diberhentikan dengan tidak hormat,” jelas Tridiyah.

Sementara itu, mengacu pada Pasal 87 UU ASN 2014, ASN dapat diberhentikan secara tidak hormat jika terlibat korupsi, pembunuhan, dan kejahatan terorganisir serta dipidana lebih dari 2 tahun penjara.

“Artinya sanksi sebagai ASN, kalau lebih dari dua tahun (hukuman pidananya) bisa diberhentikan dengan tidak hormat. Kalau (tuduhan pidananya) tidak, dan kejahatannya tidak, saya bacakan alur persidangannya. ,” pungkas Tridiyah.

You May Also Like

Kabar Baik, Bantuan Stimulan Korban Gempa Malang 2021 Akan Didistribusikan Maret

INDONESIA – Bantuan dana stimulan untuk korban gempa di Kabupaten Malang tahun…

Di Era Wali Kota Sutiaji, Permasalahan Pengelolaan Pasar Besar Terselesaikan

INDONESIA – Masalah manajemen Pasar Besar yang terjadi sejak 2016 setelah terjadi…

Jadi importir Nomor Satu Tepung Ikan, Jokowi: Sumber Daya Laut Indonesia Belum Optimal

INDONESIA – Presiden Joko Widodo atau reaksi Jokowi terhadap Indonesia yang merupakan…

Sempat Dinonaktifkan karena Tragedi Kanjuruhan, Satu Pejabat Pemkab Malang Sudah Bebas dan Pensiun

INDONESIA – Dua pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kini dicopot dari jabatannya.…