INDONESIA – Keputusan bersama antara Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) tentang pemberhentian tidak dengan hormat seorang hakim dibenarkan oleh Pengadilan Agama Tulungagung.

Pencopotan hakim berinisial MY karena tidak diperbolehkan melakukan poligami sesuai ketentuan tidak mengejutkan PA Tulungagung. Pasalnya hakimKU sudah tidak bertugas lagi di PA Tulungagung dan pelanggaran yang dilakukannya terjadi tiga tahun lalu.

“Betul, tapi MY sudah tidak lagi bertugas di Tulungagung sekarang. Itu terjadi kurang lebih tiga tahun lalu,” kata Hudana Hudana Jaya Tulungagung PA, Minggu (5/2/2023).

Menurut Hudana, MY dipindahkan ke tempat asalnya sebelum keputusan ini diambil. “(Pindah) ke PA Watampone, Sulawesi Selatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Hakim MY sendiri berasal dari Sulawesi Selatan dan dikabarkan bertugas di Pengadilan Agama Tulungagung.

Seperti diketahui, pemberhentian tidak hormat hakim SAYA diputuskan dalam rapat Mahkamah Kehormatan Hakim (MKH) yang dihadiri perwakilan KY dan MA pada Jumat (3/2/2023).

“Memberikan sanksi kepada yang dilaporkan dengan sanksi berat berupa pemberhentian secara tidak hormat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (4) huruf e Peraturan Bersama MA dan KY Nomor 02/PB/MA/IX/2012 – 02/PB/P.KY /09/ 2012 Tentang Pedoman Penegakan KEPPH,” kata Wakil Ketua KY M. Taufiq selaku ketua majelis yang dilanjutkan dengan penandatanganan keputusan.

Hakim-hakimKU dianggap telah melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH). Diantaranya tidak boleh poligami sesuai ketentuan, tidak mengenal anak sehingga tidak memberikan nafkah kepada anak pelapor. “Dan tidak memberi contoh sebagai hakim senior,” kata penilaian dewan.

Kasus ini bermula saat MY bertugas di Pengadilan Agama Tulungagung. Wartawan yang sedianya akan cerai dengan suaminya justru bertemu dengan MY.

Dalam pertemuan tersebut, MY meminta nomor ponsel pelapor dan berjanji akan membantu kasus tersebut. MY diduga diatur untuk menjadi anggota dewan dalam kasus pelaporan. Dalam perjalanannya, hakim MY juga mengajak wartawan tersebut untuk menikah.

Wartawan yang menginginkan proses perceraian cepat diselesaikan kemudian menyetujui tawaran menikah hakim MY. Pernikahan Siri berlangsung dan setelah beberapa waktu, pernikahan resmi berlangsung.

Ironisnya, setelah seharian resmi menikah, MY menghilang tanpa sepatah kata pun dan tidak memenuhi janjinya.

Tak terima dengan perbuatannya, wartawan tersebut melaporkan perbuatan MY ke Komisi Yudisial (KY) pada tahun 2021.

Di pengadilan, MY mengaku mengajak wartawan tersebut untuk menikah berantai dan memiliki anak dari hubungan tersebut.

Setelah itu, MY memberitahu istri pertamanya bahwa MY telah menikah untuk kedua kalinya sekaligus meminta izin untuk berpoligami. Setelah mendapat izin dari istri pertamanya, MY hanya mengurus perizinan poligami ke kantor dinas dengan alasan istri pertamanya sakit dan telah menikah secara sah.

Dalam pembelaannya, MY mengaku bertemu dengan wartawan itu sebelum sidang kasus perceraian wartawan itu terjadi secara tidak sengaja. Sebenarnya MY sudah menolak menjadi anggota majelis hakim dalam kasus yang dilaporkan. Namun atas permintaan ketua PA, MY kemudian menyetujuinya.

Istri pertamaKU dan keponakanKU yang tinggal bersamaKU dan istri pertamaKU juga hadir di persidangan sebagai saksi.

Majelis menyatakan bahwa MY yang dilaporkan terbukti melanggar SKB KY dan MA tentang KEPPH.

You May Also Like

Pesawat Susi Air Dibakar oleh KKB, Kondisi Pilot-Penumpang Belum Diketahui

KKB membakar pesawat Susi Air. (gambar dari internet) INDONESIA – Kelompok kriminal…

Puncak Resepsi 1 Abad NU, Puluhan Ribu Warga Nahdliyin Padati Stadion Sidoarjo Sejak Tengah Malam

INDONESIA – Puncak Resepsi Nahdlatul Ulama (NU) Abad ke-1 digelar hari ini,…

Bujuk Rayu Panembahan Senopati Taklukkan Retno Dumilah, Purabaya Berganti Nama Jadi Madiun

INDONESIA – Namanya dikenal sebagai bupati perempuan pertama di Jawa. Retno Dumilah…

120 Ribu Warga Gresik Hadiri Puncak Satu Abad NU di Sidoarjo

Ribuan jemaah duduk untuk menghadiri KTT Abad NU di Stadion Delta Sidoarjo,…