INDONESIA – Mantan Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella menilai NasDem salah perhitungan saat memutuskan mencalonkan diri Anies Baswedan sebagai Calon Presiden 2024.

Pernyataan itu dilontarkan Rio saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Uncensored milik Akbar Faizal, beberapa waktu lalu.

“Menurut saya, ada kesalahan perhitungan dalam isu (pencalonan) Anies yang dilakukan oleh NasDem. Saya kira orang-orang di sekitar Bang Surya tidak memberikan saran atau masukan yang tepat kepada Bang Surya (Surya Paloh). Sehingga ketika salah perhitungan maka buru-buru dinyatakan. dukungan mereka untuk Anies, kata Rio.

“Dan sudah saya ingatkan pada saat kongres waktu itu, ketika Anies diundang ke pelantikan dan diberi kesempatan untuk berpidato. Sedangkan Presiden yang kelasnya memang Munas atau Kongres, tidak diundang. . , padahal Presiden melalui Menkumham yang menegaskan sah atau tidaknya Konferensi Kebangsaan tersebut.” tambah pria yang menjadi kader PDI Perjuangan sejak 2019 ini.

Menurut Rio, saat itu Anies Baswedan seharusnya tidak diundang dan berbicara di Kongres Partai NasDem.

“Jadi saya ingatkan Anies di kelas muswil, bukan di kelas kongres. Tapi masyarakat sekitar Surya boleh saja memberikan masukan lain,” ujar pria yang pernah menjadi Ketua Umum Partai NasDem itu.

Dari salah mengira NasDem dengan Anies, menurut Rio, terus berlanjut.

“Jadi kalau misalnya setelah kongres mereka datang ke PKS dengan dalih melemahkan oposisi. Sebenarnya oposisi PKS dan Demokrat itu apa. Tidak ada yang bisa mereka berdua (PKS dan Demokrat) lakukan terhadap 7 partai yang ada di koalisi (pada waktu itu). Dan juga tidak “NasDem juga harus mendekat. Sistem koalisinya adalah parpol yang mendukung presiden, jadi seharusnya presiden punya kepentingan di oposisi UKM dan Demokrat, bukan NasDem,” tambah Rio.

Kemudian merujuk pada nasib PKS dan Demokrat yang telah mendeklarasikan Anies sebagai capres 2024, Rio menegaskan menyatakan mendukung Anies bukan berarti berkoalisi dengan NasDem.

“Saya kurang yakin, NasDem mau, kalau AHY jadi wakil presiden. Kalau NasDem mau AHY jadi wakil Anies, harus ada perubahan koalisi kemarin,” ujarnya.

Rio menilai ketidaksetujuan NasDem atas AHY menjadi wakil presiden, karena akan meningkatkan elektabilitas demokrasi ke depan.

“Hari ini, selama Demokrat memaksa AHY, saya kira Coalition for Change akan sulit terjadi. Ada unjuk rasa di stan lapangan, pada hari Jumat, tim kecil berkumpul, berbicara tentang platform, tetapi masalah tentang wapres tidak akan diselesaikan,” kata Rio.

Pria yang juga kader PAN periode 1999 hingga 2011 itu menilai apa yang dilakukan NasDem belakangan ini dan Demokrat langsung merespon dengan menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan.

“Menurut saya, apa yang dilakukan Surya, mengirim tim ke PKB Gerindra, lalu ke Golkar, dijawab AHY dengan main-main, maka dia (AHY) memprovokasi bahwa oh kami juga mendukung Anies. Soalnya Anies punya syarat di balik itu. Itu untuk meyakinkan NasDem, bahwa demokrasi mendukung Anies,” kata Rio.

Soal deklarasi dukungan terhadap Anies, menurut Rio, menjadi senjata bagi Demokrat yang ingin berpesan kepada pendukung Anies bahwa jika koalisi berubah, bukan salah Demokrat atau PKS, tapi salah NasDem.

“Jadi Demokrat buru-buru menyatakan dukungannya kepada Anies. Karena saat ini ada persepsi masyarakat tidak ada koalisi karena persoalannya ada pada demokrasi dan UMKM,” kata Rio.

Rio juga menjelaskan, pertemuan Surya Paloh dengan Golkar, lalu meminta elite NasDem berkunjung ke Sekretariat PKB-Gerindra merupakan hasil pertemuan dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

“Golkar harus hati-hati dengan permainan ini. Golkar tidak untung, ketika bertemu sudah diklaim KIB akan bergabung dengan aliansi untuk perubahan,” kata Rio.

Sebelumnya ramai diperbincangkan di media tentang pemberitaan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang menyebut kemungkinan partainya bergabung dengan koalisi Indonesia Bersatu (Golkar, PAN, dan PPP), atau sebaliknya. Pernyataan itu santer beredar di media arus utama usai pertemuan Surya Paloh dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto di Mabes Golkar (Rabu, 1 Februari 2023).

“Bisakah bergabung dengan KIB? Ya dua-duanya bisa. Mungkin KIB juga akan bergabung dengan NasDem. Jadi kemungkinannya masih terbuka,” kata Surya Paloh.

You May Also Like

Strategi Pemenangan Pemilu 2024 ala Partai Gerindra Kota Malang, Sasar Generasi Milenial

Silaturahmi kader Partai Gerindra Kota Malang di Lapangan Ayam Cengger Kota Malang,…

Lagi-Lagi Moreno Suprapto Buka Kemungkinan Maju Sebagai Wali Kota Malang

INDONESIA – Moreno Suprapto mulai berbicara tentang kemungkinan maju ke eksekutif atau…

Gerindra Tulungagung Bertekad Menangkan Prabowo sebagai Presiden dan Bidik Kursi Bupati

INDONESIA – Parti Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sudah berusia 15 tahun. Di…

Jelang Pemilu 2024, Benny K Harman: Anies Baswedan Membuat Cemas Banyak Tokoh

INDONESIA – Anies Baswedan akan mencalonkan diri di Pilpres 2024. Saat ini…